InfoBengkulen.com,Untuk mengeruk alur pelabuhan pulau Baai,apakah bisa menggunakan exavator?
Setelah melakukan pencarian di Google memang untuk melakukan pengerukan alur pelabuhan memang menggunakan alat yang mirip exavator tapi bukan exavator.
Alat pengeruk alur pelabuhan itu akrab di sebut Dipper and Backoe Dredge
Dalam.penjelasannya
- Dipper and backhoe dredge adalah excavator yang menggunakan ember terbuka untuk mengambil sedimen.
- Backhoe dredger dilengkapi dengan lengan excavator yang dipasang di kapal. Lengan ini digunakan untuk menggali material dari dasar laut.
- Kapal keruk jenis ini sangat efektif dalam pengerukan di perairan dangkal atau pengerukan di area yang sulit dijangkau.
Pengerukan adalah salah satu cara untuk membuang sedimen yang terkontaminasi dari badan air. Proses pengerukan terdiri dari beberapa tahap, yaitu:
- Penggalian (pengelupasan atau pelepasan) material dari dasar.
- Pemindahan material hasil pengerukan ke dalam kapal keruk.
- Pengangkutan material ke lokasi penempatan.
Dalam perencanaan pelabuhan, perlu mempertimbangkan beberapa hal, seperti:
- Jenis struktur
- Kondisi tanah dan fondasi
- Aspek pelayaran
- Ekonomi
- Lingkungan
- Analisis data pasang surut
Pengerukan menggunakan Exavator seperti yang dilakukan Pt Pelindo II Bengkulu menjadi sorotan publin dan mendapat tanggapan negatif. Karena dari data yang ada pengdangkalan alur itu bukan sedikit melain lan mencapai 45 meter .
Mengunakan Exavator 10 unit pun tidak akan efektif apalagi alur pelabuhan Pulau Baai bertahun tahun tidak perbah di keruk.
Pasca pengerukan alur pelabuhan pulau Baai menggunakan exavator banyak masyarakat menilai Pelindo Hanya mencari aman setelah instruksi Gubernur untuk segera melakukan pengerukan Alur. (her)