Setahun Dedi Wahyudi dan Ronny Tobing menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu.
Satu tahun pertama pasangan Dedi Ronny terlihat bergerak cepat membangun kota Bengkulu terutama di sektor pariwisata dan penataan pasar.
Hasilnya bisa kita lihat kondisi pasar Minggu sudah mulai tertata rapi meskipun masih ada pedagang yang merasa hebat dan tetap berjualan di badan jalan.
Kondisi yang sama terlihat di pasar panorama sudah mulai bisa tertata meskipun belum maksimal.
Pasar barukoto Dedi wahyudi ingin bernostalgia dengan pasar Barukoto yang ramai pada masanya, dan pasar tersebut di sulap menjadi pasar kuliner,ternyata lebih nyaman,lebih beraih dan rapi,sebwlumnya pedagang berjualan diplataran pasar dan tekesan seperti warung kumuh.
Pembangunan objek wisata,Dedi Ronny juga Fokus pada pembangunan objek wisata dan menciptakan Destinasi wisata Baru,seperti taman Tabot, Belungguk Point,objek wisata kota Tuo. Dengan destinasi baru kota Bengkulu terlihat ramai dan kesejahreraan masyarakat terutama penjual makanan dan jasa mengalami pengkatan dengan adanya belungguk Poin.
Walikota Bengkulu Dedi Wahyudi Ibarat sopir kendaraan Umum yang masih energik namun sayang penumpang yang di bawa semuanya sudah tua rwnta dan sakit sakitan, dan berpwbgaruh pada kecepatan kendaraan, seperti Contoh lambannya penanggan aksea jalan di Tempat pembuangan Akhir Sampah TPA Air Sebakul menyebabkan sopir Sampah membuang dan menumpuk sampah ke kantur Walikota. Sebuah catatan buruk tentang pelayanan dari Dinas yang menanggani persoalan sampah dan akses jalan.
Pembuangan Sampah dikantor Walikota Bengkulu itu sebuah preseden buruk dan catatan sejarah kelam pemerintah kota Bengkulu, dan tidak salah kalau dalam tulisan ini disebutkan kebijakan Dedi Wahyudi terhambat dengan Kinerja Anak Buah yang mirip dengan cara Kerja Pahat, di pukul baru bergerak.
Penulis Heryandi Amin













