Kisah Nabi Muhammad SAW diludahi orang kafir adalah salah satu bukti keagungan akhlak dan kesabaran beliau. Meskipun sering dihina, diludahi, bahkan dilempari kotoran oleh musuh seperti Uqbah bin Abi Mu’aiṭ, Rasulullah tidak pernah membalas dengan dendam, melainkan mendoakan hidayah bagi mereka.
Berikut adalah poin-poin penting dari kisah tersebut:
-
- Perlakuan di Mekkah:
Saat shalat di Dar an-Nadwah, Nabi Muhammad pernah diludahi oleh ‘Uqbah bin Abī Mu’aiṭ atas perintah Ubay bin Khalaf.
- Perlakuan di Mekkah:
- Ketabahan Rasulullah: Beliau tidak membalas perlakuan kasar tersebut, melainkan membersihkan diri dan tetap melanjutkan dakwah dengan penuh kesabaran.
- Bukan Dendam: Dalam narasi yang masyhur, ketika orang yang biasa meludahinya jatuh sakit, Rasulullah justru menjenguknya, yang membuat orang tersebut tersentuh dan masuk Islam.
- Contoh Lain (Thaif): Selain diludahi, beliau juga pernah dilempari batu hingga berdarah di Thaif, namun menolak bantuan malaikat untuk menghancurkan penduduk sana dan justru mendoakan kebaikan bagi keturunan mereka.
Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai otentisitas kisah spesifik tentang menjenguk orang Yahudi yang meludahi, kisah-kisah di atas menunjukkan bahwa akhlak Nabi Muhammad senantiasa memaafkan dan penuh kasih sayang meskipun diperlakukan dengan sangat buruk
Ahlak seperti Baginda Rasullah seharusnya di miliki semua pemimpin. (Ringkasan AI)













