InfoBengkulen.com,- Kasus kenakalan Remaja dikota Bengkulu mengalami peningkatan Kualitas yang sangat signifikan. Dalam kurun waktu singkat Kota Bengkulu di ramaikan dengan istilah geng motor dan tawuran antar geng motor.
Kasus Geng Motor ini pernah di hebohkan dengan kasus penganiayaan satpam Rumah sakit DKT, kasus penikaman dijalan soekarno Hatta kelurahan Anggut, penikamana dijalan Danau Tak Sudah.

Dalam aksi nya remaja yang masih berstatus pelajar ini membawa senjata tajam dan senjata yang sudah modivikasi, seperti alat pentungan yang di tambah paku di setiap sisi.
Aksi geng motor ini sering tertangkap aparat keamanan baik polisi maupun TNI. Namun mereka harus dlepas karena masih berstatus anak dibawa umur.
Tidak ada sanksi tegas ini yang menjadikan pelaku semakin meraja lela dan berlindubg dibalik status padahal aksi mereka bisa katakan sadis dengan melakukan penganiayaan terhadap orang lain.
Pemerintah kota Bengkulu akhirnya menggelar Rakor Dadakan mengantisipasi kenakalan Remaja, semua Lurah yang mengaku mengetahui ada kelompok remaja yang ssering berkumpul di titik tertentu di kelurahannya.
Dari rakor dadakan itu Walikota Bengkulu Dedi Wahyufi menegaskan harus diberlakukan jam malam untuk pelajar yang mengerjakan tugas kelompok pada malam hari,lewat dari jam yang di tentukan petugas berhak membubarkan.
“Kita berlakukan jam Malam untuk pelajar,” ujar Walikota Bengkulu.
Kombes Rahmat Hidayat Kapolresta Kota Bengkulu mengatakan dalan kasua kenakalan remaja pihak kepolisian tetap mengacu pada undang undang dalam menangani kasus kenakalan Remaja.
“Kita panggil orang tuanya untuk pemvinaan anak anak dibawah umur yang tettangkap dalam kasus geng motor,” ujar Kapolresta Usai Rakor di gedung Balai Merah Putih.
Kasus terbaru kenakalan remaja yang terlibat Tawuran dikota Bengkulu terjadi di jalan Kz Abidin 2 dengan korban material satua uni sepeda motor dibakar.
(Heryandi Amin)













