InfoBengkulen.com,- Carut marut penataan pedagang kaki 5 dikota Bengkulu menimbulkan banyak pertanyaan. Kenapa pedagang susah diatur?
Dari sidak yang dilakukan Walikota Bengkulu ke lokasi pasar panorama ditemukan ratusan los didalam pasar panorama kosong dan tidak terawat. Padahal lokasi kios dan los di dalam pasar untuk pedagang ikan dan daging sangat bersih dan di porselin berwarna biru.
“Apa masalah pedagang tidak mau masuk berjualan didalam,”tanya Dedi Wahyudi?
Tanpa mendapat respon dari tim yang ikut sidak tersebut.
“Ada Mafia yang bermain di pasar Panorama,” tegas Walikota.
Sementara itu pedagang yang berjualan di dalam kios mengaku nyaman berjualan di dalam pasar.
“Nyaman berjualan,didalam pasar tapi kalao bisa semua masuk ke los yang ada,” ujar pedagang yang ditemui berjualan didalam los pasar Panorama.
Jalan Sempit
Dari pantuan di pasar panorama, lokasi jalan menuju los pasar basah di dalam pasar terkesan sempit dengan kondisi jalan yang sudah di gunakan sebagian untuk berjualan oleh pedagang.
“Jalan kesini sempit jadi pembeli agak tidak nyaman menuju los pasar basah ini,” ujar pengunjung.
Lahan Jalan Dijual
Persoalan pedagang yang berjualan di pelataran jalan yang dilarang diduga ada transaksi ilegal diluar sepengetahuan pemerintah kota Bengkulu.
“Ini ada lahan di jalan kedondong yang di ukur dengan ukuran tertentu dan dijual ke pedagang dengan harga mencapai 2 juta rupiah perkotak,” ujar warga yang takut di tulis namanya. (Her)















