Penertiban pedagang dan penataan wajah kota Bengkulu yang dilakukan Walikota Bengkulu Dedi Wahyudi ternyata membuat tidak senang sebagian masyarakat pedagang.
Apalagi diera digital semua bisa memposting video ataupun foto dengan caption masyarakat pedagang terzholimi. Atau caption kami pedagang cuma cari makan tidak cari kaya.
Penertiban pedagang itu menjadikan Dedi Wahyudi mulai di anggap arogan dan terkesan bertangan besi. Padahal jika kota Bengkulu Rapi,Bersih dan tertib bisa memberikan nilai plus sebagai kota berkembang.
“Idak bakal terpilih lagi Dedi Wayuhdi tu,kalau seperti ini perlakukan pedagang,” ujar masyarakat yang dulunya tidak memilih Dedi Ronny sebagai kepala Daerah Kota Bengkulu.
Kondisi ini diperparah dengan postingan para pahlawan kesiangan yang seolah olah mendukung pedagang berjualan dilokasi yang dilarang,dan sibuk meminta solusi untuk pedagang.
Dalam penertiban pedagang dikota Bengkulu pemda kota melalui disperindagin dan satpol.PP merelokasi pedagang ke lokasi pasar yang sudah disiapkan. Seperti los dipasar panorama dan kios di dalam PTM.
jadi solusi seperti apa yang diinginkan atau kita Biarkan pedagang berjualan dilokasi yang dilarang,hingga kota Bengkulu terlihat kumuh seperti kota tak bertuan.
Atau kita ganti walikota dengan walikota kota yang hobbi kegiatan serimonial potong pita tanpa melakukan pembangunan.
Seperti beberapa penertiban yang dilakukan satpol PP,ada petugas nyaris kehilangan nyawa, diancam dibunuh,hingga di siram air, ketika menegakan peraturan daerah.
Catatan Heryandi Amin
Pasca relokasi pedagang.
















