InfoBengkulen.com,- Salah seorang orang tua siswa sekolah menengah atas SMA di Bengkulu tertunduk lesu memikirkan nasib anak nya yang tidak mendapatkan nomor ujian sekolah.
Tidak dapat nomor ujian ini disebabkan dirinya belum membayar uang SPP anaknya yang diminta pihak sekolah harus dibayarkan hingga bulan Maret 2025.
“Kami belum punya uang bang, apalagi saya kerja serabutan. Kadang untuk kebutuhan aehari hari saja masih kurang” ujar orang tua siswa sebut saja Ujang ini.
Menurut nya dunia pendidikan memang kejam dan Spp yang di minta untuk dilunasi ini pun belum jatuh tempo.
“Alangkah kejamnyo SMA ini bang, Mid semester tanggal 6 Maret 2025, tapi spp wajib lunas sampai bulan maret inikan Februari belum habis,” ujarnya.
Dunia pendidikan seharusnya tidak perlu kejam dengan menekan siswa,jika pihak sekolah memahami instruksi Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, yang menginginkan semua persoalan pendidikan dapat dinikmati generasi penerus tanpa terbebani biaya..















