Kalau sakit jual motor dulu ya. Kalimat ini dulu sering jadi lelucon pahit di warung kopi. Senyumnya ada tapi waswasnya nyata. Sebab bagi banyak keluarga, sakit bukan cuma urusan badan, tapi juga soal dompet. Motor, perhiasan, bahkan sawah kecil kerap jadi korban pertama.
Namun Bengkulu 2025 punya cerita berbeda. Kini, saat badan mulai meriang warga tak lagi sibuk menghitung harga motor bekas. Cukup sebut Nomor Kartu Keluarga sebagai nomor BPJS, berobat pun jalan. Motor tetap parkir di rumah. Ini bukan cerita manis tapi perubahan yang benar-benar dirasakan.
Sejak Gubernur Helmi Hasan menghadirkan berbagai program layanan kesehatan gratis, pemeriksaan dini menjadi hal biasa, bukan lagi kemewahan. Warga desa maupun kota punya akses yang sama. Ditambah ambulans gratis dan kebijakan BPJS Kesehatan untuk semua, sakit tak lagi identik dengan utang atau penjualan aset keluarga.
Data BPS 2025 mencatat cakupan jaminan kesehatan nasional mencapai 78,04%. BPJS Bengkulu 71,82% dengan Aceh di posisi tertinggi sekitar 98%, disusul Bangka Belitung di kisaran 80%. Lampung berada di sekitar 68%, sementara Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Jambi masih terus berproses memperluas perlindungan kesehatan warganya. Angka-angka ini menegaskan satu hal: jaminan kesehatan adalah fondasi kesejahteraan.
Di Bengkulu dampaknya terasa di dapur dan di sawah. Ibu rumah tangga tak lagi menunda cek kesehatan. Bapak di ladang tetap bekerja dengan hati tenang. Anak-anak berangkat sekolah tanpa bayang-bayang biaya rumah sakit. Bahkan di puskesmas, canda khas Bengkulu terdengar ringan: “Tenang, motor aman. BPJS aman.”
Lebih dari itu, pertumbuhan ekonomi Bengkulu 2025 tetap positif, tumbuh sekitar 4,56% (yoy) Triwulan III. Sehatnya warga ikut menggerakkan ekonomi belanja jalan, usaha hidup, produktivitas meningkat.
Dan di sinilah letak kebanggaannya. Bengkulu sedang membuktikan bahwa negara bisa hadir hingga ke ruang tunggu puskesmas. Bahwa pembangunan tak selalu tentang gedung tinggi, tapi tentang rasa aman rakyat kecil. Motor kami tak jadi dijual, harapan tak jadi hilang. Inilah Bengkulu hari ini lebih manusiawi, lebih berani dan pantas dibanggakan.
Catatan Ekonomi
Oleh : Riswan













