Alaku
Alaku
Alaku

Dua Atlet Muda Bengkulu Raih Perunggu, Pembinaan Pencak Silat Diuji di Level Internasional

  • Share

JAKARTA — Dua atlet muda pencak silat binaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu naik podium dalam International Indonesian Open Championship 2026 (Road to Olympic). Medali perunggu yang diraih Habib dan Vionika menjadi bagian dari proses pembinaan atlet muda Bengkulu di level internasional.

Habib dan Vionika meraih perunggu setelah bersaing dalam kejuaraan yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, 14-21 September 2026.

Pelatih pencak silat atlet binaan KONI Provinsi Bengkulu, Gianjar Peni, mengatakan keikutsertaan enam atlet Bengkulu dalam kejuaraan tersebut menjadi kesempatan penting untuk menguji hasil pembinaan. Dari enam atlet yang dikirim, dua berhasil menembus podium, sedangkan empat lainnya belum meraih medali.

“Alhamdulillah atlet binaan KONI naik podium pada Kejuaraan Road to Olympic Internasional Indonesia Championship di Jakarta,” kata Gianjar.

Menurut Gianjar, hasil pertandingan tidak hanya diukur dari jumlah medali. Kejuaraan internasional juga menjadi ruang bagi atlet muda untuk mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dan atmosfer pertandingan dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.

Pengalaman tersebut dinilai penting dalam membentuk kesiapan atlet, terutama dari sisi mental bertanding. Atlet juga dapat melihat kekurangan teknik maupun strategi yang masih perlu diperbaiki dalam proses pembinaan berikutnya.

“Kejuaraan ini juga sebagai ajang persiapan mental, evaluasi strategi, dan peningkatan jam terbang atlet pencak silat binaan KONI Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

International Indonesian Open Championship 2026 digelar sebagai bagian dari upaya menjaring atlet-atlet muda berbakat pencak silat. Kejuaraan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengembangan cabang olahraga pencak silat menuju Olimpiade.

Bagi pembinaan pencak silat Bengkulu, keikutsertaan di ajang tersebut memberi pengalaman kompetitif bagi atlet yang sedang dipersiapkan. Dua medali perunggu yang diraih Habib dan Vionika menjadi salah satu hasil dari proses tersebut, sementara pengalaman empat atlet lainnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk pembinaan selanjutnya.

Dengan demikian, podium yang diraih dua atlet tidak berdiri sendiri. Kejuaraan tersebut menjadi bagian dari proses membangun jam terbang, mental, dan kemampuan bertanding atlet muda Bengkulu agar semakin siap menghadapi kompetisi pada level yang lebih tinggi.

Cloud Hosting Indonesia
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alaku

You cannot copy content of this page