Cinta Bengkulu tidak sebatas retorika politik bagi Helmi Hasan Gubernur Bengkulu. Selain membangun Bengkulu secara fisik,Hwlmi Hasan kampanyelan Bengkulj dikampanyekan sebagai bumi merah putih bukan Bumi Raflesia.
Kenapa?
Selama ini kita di masih bangga dengan nama Raflesia Arnoldi yang melekat di setangkai Bunga ditemukan di hutan Bengkulu kala masa kolonial.
Dan,Nama Bunga raflesia Arnoldi membelas ratusan tahun padahal Bunga itu sudah ada jauh sebelum penjajah masuk ke bumi Bengkulu.
Kita lupa Bengkulu memiliki sejarah besar berdirinya bangsa Indonesia,sejaraj sebagai pemersatu Bangsa Indonesia meskipun berbeda suku,dan Agama.
Bendera Merah putih merupakan simbol pemersatu bangsa Indonesia,Sang saka Merah Putih dijahit Puteri Bengkulu Fatmawati Soekarno dan dikibarkan ketika proklamasi Republik Indonesia 17 Agustus 1945.
Bangga sebagai masyarakat Bengkulu yang memiliki sosok Fatmawati yang menyatukan Indonesia dalam nuansa merah Putih. Namun sebagian masyarakat masih terobsesi dengan nama penjajah yang bercokol di nama setangkai Bunga,yang dikenal sebagai puspa langka di dunia Botani.
Kampanye Helmi Hasan, Bengkulu Merah Putih setidaknya memberikan makna tersendiri tentang patriotisme ,tentang Nasionalisme.
Buku Bumi merah putih di tulis Helmi Hasan yang di edit oleh prof.Emilda Sulasmi dan doktor Jamafun Sinambela.SH.MH, yang dilounching 15 Februari 2026.
Terbitnya Buku dengan judul Bumi Merah Putih Yang Terlupakan bukan berarti menghilangkan setangkai Bunga Puspa Langka yang di temukan Rafles dan arnoldi hanya saja, buku Bumi Merah Putih Yang terlupakan merupakan menumbuhkan nilai nasionalisme dan Patriotisme untuk Generasi muda Bengkulu.
Sampul buku Bumi Merah Putih yang terlupakan juga menampilkan desain berupa setangkai Bunga puspa Langka, dengan tangan memegang jarum jahir dengan latat benderah merah putih.
Penulis Heryansi Amin
Owner MataDewa09















