Pelantikan Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronnny PL Tobing pada Februari 2025 yang berarti sudah sepuluh bulan sejak dilantik.
Ditahun pertama duet Dedy Ronny menjadi sorotan masyarakat dan sebagian merasa bangga dengan pilihan mereka pada pilkada 2024 lalu dengan harapan walikota dan wakil walikota bisa membangun Kota Bengkulu lebih baik dibanding sebelumnya.
Jika diera Helmi Dedy pembangunan fokus ke infrastrultur dan SDM dengan program 1000 jalan mulus dan rumah ibadah buka 24 jam dengan hasil 90 persen jalan kota Bengkulu mulus.
Di era Dedy- Ronny pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas tidak saja jalan protokol dan jalan lingkungan namun jalan perumahan juga menjadi prioritas pembangunan.
Beberapa jalan pemukiman perumahan warga yang sudah diserahkan ke pemda kota Bengkulu mulai di muluskan,meski belum semua jalan perumahan karena masih ada hibah jalan perumahan yang belum lengkap proses adminitrasi serah terimanya.
“Kita muluskan jalan perumahan yang sudah siap proses hibah secara adminitrasi,jangan sampai jalan dibangun menimbulkan masalah di kemudian hari,” jelas Dedy Wahyudi ketika di tanya warga.
Sepuluh bulan menjabat sebagai walikota Bengkulu lantas apa saja yang dikerjakan Dedy Wahyudi ?
Jika bertanya ke pembenci pasti jawaban mereka tidak ada yang benar yang dikerjakan walikota dan wakil walikota contoh ketika walikota melaunching jembatan kembar ada masyarakat beranggapan walikota cuma bisa colat colet cat di pagar jembatan lalu meresmikan.
Ketika bertanya ke para penjilat tindakan walikota dianggap spektakuler karena dengan menjilat mereka bisa mendapat perhatian dari Walikota dan memuluskan apa yang mereka inginkan, dan Dedy Wahyudi harus waspada dengan dengan tipe penjilat seperti ini.
Dan ketika ditanya ke pendukung walikota jawaban mereka pasti berbeda, dan dukungan yang diberikan merupakan dukungan nyata dan iklas tanpa embel embel jilatan.
Sepuluh bulan ini kota Bengkulu terlihat berbeda seperti perbaikan jembatan di kelurahan kebun teben,yang sebelumnya saluran pembuangan air tidak berjalan normal dan menyebabkan banjir jika hujan dan merendam kebun sayur warga.
Mengantisipasi banjir juga dilakukan revitalisasi saluran pembuangan untuk mempelancar air ketika hujan deras. Meski belum seratus persen dibenahi tapi dampaknya mulai dirasakan masyarakat,
Hanya saja selama sepuluh menjabat sebagai walikota masih ada beberapa jalan yang masih belum tercover,seperti dirawa makmur masih ada jalan pemukiman warga belum tersentuh pembangunan. Selain itu lubang lubang kecil dijalan juga masih belum diperbaiki dinas PUPR kota Bengkulu,meskipun sudah banyak korban warga yang terjatuh ketika melintas.
Sepuluh bulan sejak dilantik kenerja Walikota dan wakil Walikota mendapat ponten 8,5 dari masyarakat,apalagi penataan lokasi wisata dan pembangunan destinasi wisata dirasakan makin terdepan dengan bangunan belungguk point tempat kumpulnya masyarakat.
Tidak itu saja penataan lahan terbengkalai dijadikan taman Tabot, dengan mengedepankan budaya Bengkulu menjadi catatan penting, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi memang pesuli dengan budaya.
Hanya saja keinginan walikota memajukan dan mengenalkan Bengkulu melalui sektor wisata ini kerap tidak sejalan dengan pelaku usaha di lokasi wisata,dengan adanya “pemerasan” dari pedagang ke wisatawan yang berkunjung hingga viral dimedia sosial. Ditambah lagi belum sadarnya masyarakat terkait persoalan sampah,dan membuang sampah sembarangan.
Diakhir tahun 2025 ini kita berharap di tahun 2026 yang sudah didepan mata pembangunan kota Bengkulu berjalan baik dan mendapat dukungan dari semua masyarakat.
“Abang mau kota Bengkulu ini lebih baik dengan pembangunan merata disemua sektor tanpa membedakan siapa yang dukung pada pilkada kemaren, abang besar dikota Bengkulu sekolah dikota Bengkulu,berkarir dikota Bengkulu,pela kito samo samo bangun kota kito ko,” ujar Dedy Wahyudi ketika di hubungi via Telpon.
Catatan,Heryandi Amin Sepuluh Bulan Dedy Ronny pimpin kota Bengkulu















