Tidak ada yang benar-benar berubah setelah Helmi Hasan resmi dilantik sebagai Gubernur Bengkulu pada 20 Februari 2025. Jas boleh berganti, tetapi satu hal tetap kukuh seperti karang di Pantai Panjang komitmen pada janji kampanye. Janji yang dulu disampaikan dari panggung ke panggung dari sawah ke pasar dari pesisir ke pegunungan, ternyata tidak menghilang seperti sinyal Wi-Fi gratis di pojokan desa.
Alih-alih santai menikmati jabatan, Gubernur Helmi Hasan justru memilih mempercepat langkah. “Gas pooool!” kata anak muda Bengkulu. Bengkulu tak boleh menunggu. Sebab janji yang terlalu lama diparkir bisa berubah jadi bahan candaan di warung kopi. Dan Gubernur Helmi Hasan memilih satu hal kerja dulu, bercanda belakangan.
Fakta politik memberi dasar kuat. Dalam Pemilihan Gubernur Bengkulu 2024, pasangan Helmi Hasan–Mian meraih 616.469 suara atau sekitar 55,09 persen suara sah, unggul atas pesaingnya yang memperoleh 502.477 suara, sebagaimana rekapitulasi resmi KPU Provinsi Bengkulu. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan mandat rakyat yang pesannya sederhana namun tegas ayo kerja, Pak Gubernur.
Dengan visi besar “Bengkulu Maju, Religius, Sejahtera dan Berkelanjutan”, Helmi Hasan menggerakkan pemerintahan layaknya membenahi jalan berlubang setelah hujan semalaman pelan tapi pasti, satu per satu ditutup agar perjalanan warga tak lagi tersendat. Jalan mulai terasa mulus, pelayanan publik dipercepat dan program yang menyentuh rakyat kecil diperluas. Senyum warga bukan karena baliho baru, tetapi karena urusan makin mudah dan pengeluaran tak lagi bocor ke sana-sini.
Data BPS Provinsi Bengkulu memperkuat cerita ini. Pada tahun 2024, ekonomi Bengkulu tumbuh sekitar 4,62 persen, menandakan denyut usaha dan kerja warga kian hidup. Lebih jauh, angka kemiskinan turun dari 13,56 persen pada Maret 2024 menjadi 12,52 persen pada September 2024. Angka memang tampak kering, tetapi dampaknya terasa nyata di pasar, di ladang dan di meja makan keluarga.
Di sinilah romantisme kepemimpinan itu hadir. Romantis karena setia. Setia pada janji pada visi-misi dan pada masyarakat Bengkulu yang terbentang dari pesisir hingga perbukitan. Di tengah hiruk-pikuk kekuasaan, Gubernur Helmi Hasan memilih kerja keras sebagai bahasa cintanya seperti perjalanan jauh yang ditempuh tanpa banyak keluhan, asal sampai tujuan.
Bengkulu bergerak, masyarakat merasakan dan harapan tumbuh. Bagi Helmi Hasan, jabatan bukan garis akhir, melainkan titik awal untuk membuktikan bahwa janji politik tak harus pudar setelah pelantikan. Dan rakyat pun bisa tersenyum sambil bercanda “Pak Gubernur Helmi Hasan bukan janji di angin ini benar-benar jalan bekerja”
Catatan Perjalanan
Oleh: RISWAN














