Menggenal SosoK Aan Supriyanto,SE.MM, Pada Saat Penanggulangan Bencana di Bengkulu Tengah.

  • Share

InfoBengkulen.com,- Sosok  Aan Supriyanto dikenal masyarakat sebagai ASN yang tegas tangkas dan cermat dalam penanganan Bencana dan teruji pada saat kabupaten Bengkulu Tengah dilanda musibah banjir Bandang 2019. Aan Supriyano Mulai bergabung di Badan Penanggulanagn Bencana Daerah BPBD kabupaten Bengkulu Tengah sejak
2014, hingga 2020.

Pada saat terjadi banjir bandang di kabupaten bengkulu Tengah Aan Aupruyanto ikut berperan dalam mengevakuasi korban hingga pendistribusian logistik untuk korban bencana.
“2019 bencana dahsyat terjadi di Bengkulu tengah dan tim BPBD bekerja 24 jam ubtuk meng evakuasi korban dan membagikan logistik, ditambah lagi jarak dan medan lokasi ekstrim ,” kenang Aan yang ikut dalam penanganan banjir 2019.

Meskipun lokasi bencana yang ekstrim tidak menyulitkan tim UCR BPBD Bengkulu Tengah apalagi Aan Supriyanto telah mengikuti pelatihan kebencanaan sebanyak 8 kali mulai dari pelatihan dasar penanggulangan bencana, pelatihan teknis kebencanaan sampai dengan pelatihan penyusunan rencana penanggulangan bencana (RPB).
Bekal pelatihan itu yang di terapkan dalam penanggulangan Bencana banjir bandang tersebut,sehingga tidak banyak kendala yang di hadapi tim dibawa komando Aan supriyanyo.
“Alhamdulilah kita pernah ikut pelatihan penanggulang bencana,ketika ada benca semua ilmunyang dinpelajari kita terapkan dan semuanya bisa bermanfaat,” ujar Aan yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkulu Tengah.

Dikatakan Aan Supriyanto dalam penanganan Bencana Alam semua elemen hatus bergerak aktif, selain petugas masyarakat juga wajib paham apa yang harus dilakukan ketika dilanda bencana,

” Untuk edukasi penanganan Bencana sewaktu di BPBD kami Mengaktifkan Tim Reaksi Cepat sampai tingkat desa dengan mengadakan pelatihan kebencanaan secara rutin hingga pelatihan gabungan bersama TNI AL membuat kegiatan FGD kebencanaan melibatkan lintas sektor yang tergabung dalam pemerintah, masyarakat dan dunia usaha,jadi ketika ada musibah masyarakat tidak lagi panik,” papar Aan Supriyanto.

Menurut Aan tim reaksi cepat (TRC) yang dibentuk hingga tingkat desa melalui SK bupati Bengkulu Tengah berperan dalam Penanganan bencana banjir bandang di Bengkulu tengah pada tanggal 26-29 April 2019,

Banjir bandang yang terjadi ditahun 2019 diBengkulu Tengah mengakibatkan kerusakan berbagai infrastruktur pemerintah dan swasta dan korban jiwa 21 orang.

“Untuk perbaikan infrastruktur kami Mengajukan proposal penanganan darurat saat itu dari BNPB senilai 680 juta dan proposal perbaikan darurat 591 juta untuk perbaikan 3 unit jembatan gantung dan 2 titik pembukaan badan jalan yg tertimpa longsor didesa Rajak besi dan susup,” ujar Aan Supriyanto.

Ditambahkan Aan Supriyanto Pasca banjir bandang 2019 pihaknya pernah mengajukan proposal ke BNPB senilai 220 milyar untuk alokasi dana penanggulangan Bencana,dan diakomodir tahun 2020 sebesar 24 milyar.

” kita tidak ingin ada musibah Bencana alam menimpa masyarakat, tapi belajar dari 2019 kita lakukan berbagai upaya pencegahan bencana dengan minta alokasi anggaran dari BNPB dan alhamdulilah terakomodir,” ujar Aan Supriyanto. (Her)

Cloud Hosting Indonesia
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page