InfoBengkulen.com,- Seleksi karate Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kota Bengkulu tidak sekadar mencari pemenang. Sebanyak 124 atlet diuji melalui pertandingan untuk menentukan calon wakil daerah pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026.
Ketua Umum Pengurus Cabang (Pengcab) FORKI Kota Bengkulu, Kolonel Inf Condro Edi Wibowo, menilai seleksi menjadi kesempatan untuk melihat hasil pembinaan sekaligus mengukur potensi atlet yang dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi.

Menurut Condro, proses seleksi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari atlet, pelatih, hingga perangkat pertandingan. Masing-masing harus menjalankan tanggung jawab agar pertandingan berlangsung dengan baik dan menjunjung sportivitas.
“Seleksi ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pembinaan yang selama ini dilakukan sekaligus melihat potensi atlet yang dapat dipersiapkan mewakili Kota Bengkulu,” kata Condro.
Ia juga memberi perhatian pada sikap orang tua selama pertandingan. Condro meminta mereka menghormati keputusan juri, meskipun penilaian pertandingan terkadang terlihat berbeda dari sudut pandang penonton.
“Saya juga mengingatkan para orang tua agar menghormati keputusan juri. Dalam pertandingan, setiap orang bisa memiliki pandangan berbeda terhadap suatu penilaian. Karena itu, keputusan juri perlu disikapi dengan dewasa dan tetap mengedepankan sportivitas,” ujarnya.
Seleksi yang berlangsung pada Senin, 19 Oktober 2026, ini diikuti 124 atlet. Mereka bersaing dalam 13 kelas PORPROV dan enam kelas POPDA, dengan nomor pertandingan Kata dan Kumite.
Kata merupakan nomor yang menilai kemampuan atlet memperagakan rangkaian teknik karate. Sementara itu, Kumite mempertemukan dua atlet dalam pertandingan tanding langsung sesuai peraturan yang berlaku.
Ketua Panitia seleksi, Mayor Cke Abu Hasan Sazuli, mengatakan kegiatan tersebut ditujukan untuk menjaring atlet terbaik yang akan dipersiapkan mewakili Kota Bengkulu pada dua ajang olahraga tersebut.
Abu Hasan menegaskan, hasil pertandingan bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Kemampuan, pengalaman, kedisiplinan, dan karakter atlet juga menjadi bagian dari proses penilaian.
“Atlet tidak hanya dinilai dari kemenangan. Kemampuan, pengalaman, karakter, disiplin, dan sportivitas juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan,” kata Abu Hasan.
Ia berharap atlet yang terpilih dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya. Adapun atlet yang belum lolos diharapkan tetap berlatih dan menjadikan hasil seleksi sebagai bahan evaluasi.
Panitia dan perangkat pertandingan juga diminta menjalankan tugas secara profesional serta mengacu pada aturan yang berlaku. Proses yang adil diperlukan agar hasil seleksi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan atlet untuk tahap pembinaan selanjutnya.
Berdasarkan jadwal panitia, seleksi berlangsung pada 19–20 Oktober 2026, pukul 09.00 hingga 16.30 WIB, di Kodim 0407 Kota Bengkulu. Kegiatan dijadwalkan selama dua hari, meski menurut keterangan panitia dapat selesai dalam sehari apabila seluruh pertandingan telah rampung.
Melalui seleksi ini, FORKI Kota Bengkulu diharapkan memperoleh gambaran kemampuan atlet sekaligus bahan evaluasi untuk mempersiapkan wakil daerah menuju PORPROV dan POPDA 2026.
(*)


















