InfoBengkulen.com,- Siswa SMA N 3 Bengkulu Tengah turun dalam kompetisi Malaysia technology expo dan berhasil menyabet satu medali emas dan satu medali perak.
Namun keberangkatan siswa ke even Internasional itu kata kepala SMA N 3 Bengkulu Tengah menggunakan fasilitas pribadi tanpa ada bantuan dari pemerintah.

“Kita sudah tiga tahun berturut – turut mengikuti lomba tingkat internasional, yakni tahun 2024 di Malaysia, tahun 2025 di Thailand dan tahun 2026 di Malaysia. Siswa menggunakan dana pribadi untuk keberangkatan sampai kepulangan,” cerita Kepala SMAN 3 Bengkulu Tengah, Enton Apiri
Pada expo tecnologi di Malaisya kata Enton Apiri siswa SMAN 3 berhasil menyabet satu medali emas dan satu medali perak.
“Tim satu menjadikan sebuah produk pendeteksi sekaligus pelindung kesegaran daging serta tim dua membuat olahan kertas untuk jurnal dan seni,” jelas Enton.
kurangnya dukungan dari pemerintah untuk kegiatan even sain ini mendapat sorotan dari DPRD Bengkulu Tengah.
Anggota DPRD Bengkulu Tengah Arysad Hamzah menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah kedepannya, diharapkan pemerintah memberikan dukungan kepada siswa – siswi yang ikut kompetisi internasional maupun nasional,yang membawa nama Bengkulu Tengah untuk disiapkan reward khusus berupa uang saku ataupun beasiswa.
“ini sebagai bentuk penghargaan terhadap siswa berprestasi,” ini Bentuk Penghargaan dari Pemerintah.
Kurangnya dukungan pemerintah dalam kegiatan sain tingkat Internasional ini ketika di konfirmasi ke kepala Dinas Pendidikan provinsi Bengkulu, H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd belum berkenan di wawancara.
“Saya lagi di jalan,” jawab kadis Dinas Provinsi Bengkulu singkat melalui pesan Whatsapp.
(Her)
“














