InfoBengkulen.com,- Pembekuan kepengurusan Partai Golkar kota Bengkulu yang dilakukan DPD Golkar provinsi Bengkulu.
Menurut Sekretaris KPPG DPD GOLKAR Kota Bengkulu Atiek De Pradja. M.Ap, pembekuan itu merupakan bentuk pencindraan demokrasi. Apalagi dalam surat instruksi DPP golkar sudah jelas tidak ada pergantian ketua DPD kabupaten kota sebelum di gelar Musda.

” Kami Menuntut keadilan,ini menciderai demokrasi partai, apalagi sudah ada surat intruksibdarinpengurus Pusat dan jelas,” tegas Atiek.
Dalam surat instruksi DPP partai Golkar nomor .Si 4/ DPP/ GOol/ V/ 2025. Mengintruksikan DPD Provinsi dilarang melakukan penunjukan pelaksana tugas (PLT) ketua DPD Golkar Kabupaten kota kecuali atas permintaan sendiri,berhalangan atau atas pemintaan sendiri, dan atau meninggal Dunia.
“Dalam surat Instruksi itu jelas semua kader wajib menjaga solidaritas dan kondusifitas pengurus partai di tingkat kabupaten /kota,” jelas Atiek.
Menurut Atiek sebagai pengurus golkar bingung dengan keputusan DPD Provinsi apalagi DPD kota Sudah siap pelaksanaan Musda denga tiga kandidat yaitu Mardebsi,Rodi, dan yudi Darmawansyah.
Dan yang menarik lagi ketua DPD golkar Patriana Sosialinda tidak ikut mencalonkan diri sebagai kandidat.
“Kenapa harus menghancurkan Partai dengan keputusan tidak beralasan,” jelasnya.













