InfoBengkulen.com,- Festival Tabot yang di mulai dari 1 Muaharan hingga 10 Muharam kalender islam menjadinsalah satu daya tarik wisatawan ke kota Bengkulu.
Warisan budaya tak benda ini setiap tahun mampu memukau ribuan pengunjung, namun dari sisi positif seperti meningkatkan perekonomian masyarakat dan memperkenalkan Bengkulu ke tingkat nasional bahkan Internasional.
Tapi sayang disetiap festival tabot praktek ilegal pasti ada sepertu tenda tenda liar berjamur diluarblokasibyang sudah disepakati antara pelaksana event dan pemerintah.
Memang dilokasi festival tabot perputaran uang sangat besar dan tentu mengiurkan untuk semua orang baik itu masyarakat sekitar lokasi, bahkan pejabat yang memiliki kewenangan menertibkan area pelaksanaan festival.

“Lokasi di depan Sport Center itu tidak boleh ada tenda pedagang, kecuali pedagang lama yang susah ada mou dengan dinas pariwisata,” jelas Murlun Hanizar kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu ketika di hubungi via telepon.
Dikatakan Murlin untuk penertiban tenda liar itu pihaknya akan berkoorsinasi dengan pihak keamananan polisi, dan satpol PP
“Nanti kita koordinasi untuk penertiban,” jelasbya.
Jika kita flash back pelaksanaan Festival Tabot dikota Bengkulu hanya di era kapolres kota dijabat Iksantyo Bagus Pramono, festival tabot berjalan dengan bagus , rapi dan tidak mengganggu arus lalu libtas, meskipun pelaksanaan featival tabot masih di gelar di lokasi sempit di lapangan merdeka.
Tidak ada tenda liar ,tidak ada yang berani bermain dengan pedagang, pada saat itu lokasi festival tabot berada dilapangan merdeka semua tenda di dalam lapangan, di badan jalan siang hari tidak ada katifitas pedagang sehingga arus lalu lintas lancar.
Mantan kapolrest kota Bengkulu ini kini sudah berpangkat Brigjen. Pol. Iksantyo Bagus Pramono, S.H, M.H. Divisi Hukum Mabes Polri.
Keberhasilan Iksantyo Bagus Pramono, mengatur festival Tabot rapi dan beraih pada saat menjadi kapolres kota Bengkulu membuktikan uang tidak bisa mengatur disiplin seorang prajurit dalam menjalankan tugasnya.
(Heryandi Amin)















