Alaku
Alaku

Diduga Masukan Anak Sekolah,Oknum ASN Catut KK NenekTukiyem

  • Share

Info Bengkulen.com-  Tukiyem berusia 74 tahun warga kecamatan Ratu Samban haris kehilangan bantuan sosial yang biasa di terimanya.

Penagkuan nenek Tukiyem kronologi kejadian berawal ketia dirinya ingin menanyakan  bantuan sosial yang biasanya di terima namun lago mendapat bantuan.

Berikut kronologi kejadian pencatutan KK  nenek Tukiyem.

Pada tanggal 24 Mei 2026 Tukiyem ingin menarik bantuan tetapi kosong, lalu Tukiyem langsung ke Dinas Sosial untuk memastikan kenapa tidak mendapat kan uang bantuan, dari pihak Dinas Sosial mengatakan bahwa ad keluarga asing yang masuk ke Kartu Keluarga dari Tukiyem dan orang tersebut terdeteksi anak dari PNS.

25 Mei 2026 Tukiyem mendatangi Mall Pelayanan untuk mengganti Kartu Keluarga tersebut agar orang tersebut di keluarkan, ternyata dari pihak Mall Pelayanan tidak bisa megeluarkan di karenakan masih di bawah umur 17 tahun.

2 Juni 2026 Tukiyem mendatangi Dukcapil dan mendapatkan Kartu Keluarga yang baru dari situ ia mengetahui bahwa terdapat anak bernama “V V U yang tiba tiba masuk ke Kartu Keluarga tanpa persetujuan dari Tukiyem. Tukiyem mempertanyakan mengapa bisa masuk ke Kartu Keluarganya kepada dukcapil. Pihak Dukcapil menjawab mereka mendapat permohonan lengkap untuk perpindahan Kartu Keluarga dari Anggut Atas. Pihak Dukcapil hanya menjalan kan tugas karena persyaratan yang di berikan kepada Dukcapil lengkap. Tukiyem kaget karena sama sekali tidak mengenal dan tidak pernah bertemu dengan keluarga dari anak V V U untuk membicarakan masalah perpindahan Kartu Keluarga. Tukiyem meminta Dukcapil untuk mengeluarkan Anak tersebut karena merasa di rugikan. Tukiyem tidak mendapat bantuan dari pemerintah karena terdeteksi anak tersebut memiliki orang tua PNS. Pihak Dukcapil menerima permohonan Tukiyem lalu menghapus nama anak Viona Velisya Utami dari Kartu Keluarga.

6 Juni 2026 Orang tua dari VV U yaitu berinisial G V selah seorang pejabat  mendatangi Tukiyem untuk meminta maaf. Karena merasa di rugikan Tukiyem meminta ganti rugi dan menyebut sejumlah nominal yang seharusnya menjadi hak Tukiyem. Namun kedatang G V kerumah nenek tukiyem hanya meminta maaf tanpa menhitung kerugian nenek tukiyem.
“saya tidak sanggup, tidak ada uang”
“Anak saya tidak bisa sekolah lagi”
ternyata anak dari ibu tersebut akan memasuki SMA tahun ini dan ingin memasuki SMA favorit yaitu Smanda atau Smanli. Sehingga memindahkan anaknya kedalam KK nenek tukiyem   agar saat mendaftar melalui zona dapat di terima.

(*)

Cloud Hosting Indonesia
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alaku

You cannot copy content of this page