InfoBengkulen.com,- Aksi Unjuk rasa Forum Aktivisi Bengkulu Bersatu yang digelar di depan kantor Kejaksaan Tinggi Bengkulu ricuh.
Kericuhan itu berawal dari orator terus menghina Helmi Hasan, dengan menyebut helmi Hasan sebagai tersangka, dan kalimat yang di nilai fitnah untuk kepala daerah itu membuat sebagian massa pengunjuk rasa merasa ada muatan politik dalam aksi tersebut.

Doni Osmond yang hadir dalam aksi didepan kejaksaan meminta aksi unjuk rasa di bubarkab karena tidak lagi mentaati norma norma politik.
“Sepakat kita bubarkan aksi unjuk rasa ini, ujar Doni Osmond.
Namun teriakan itu meancing salah seorang pengunjuk rasa ber baju putih dengan topi coklat berusaha menarik lengan Donni Osmond hinga pecah bentrok antara Massa pengunjuk rasa.
Meski tidak berlarut kericuhan sempat terjadi aksi saling dorong dan saling kejar di depan gedung kejaksaan Tinggi Bengkulu.
Hingga pihak kepolisi berusaha mengamankan situasi dengan membawa masuk massa doni Osmond ke halaman kejaksaan Tinggi Bengkulu.
Doni Osmond yang sempat di amankan petugas mengaku kecewa dengan aksi unjuk rasa yang di gelar di depan kejaksaan tinggi Bengkulu, karena aksi tersbut sidah menghina gubernur Bengkulu.
“Silahkan kritik kebijakan jangan hina nama Gubernur dan walikota,” teriak Doni Osmond yang memaksa menerobos polisi yang mengamankannya.
“Kami warga Bengkulu merasa pembangunan Helmi Hasan berjalan baik baik saja, dan jika ada yang merasa kecewa Helmi Hasan menjadi Gubernur, dipastikan Barisan Sakit Hati dan belum Move On,” tegas Rendry Toke.
(Heryandi Amin)


















