Alaku
Alaku

Di Tengah Efisiensi Masih Perlukah Open House di Rumah Dinas ?

  • Share

Terus terang, saya menyukai tradisi open house. Ada hangatnya. Ada senyum yang tulus, ada pelukan sosial yang menyatukan jarak antara pemimpin dan rakyat. Tetapi sebagai orang yang belajar ekonomi dan terbiasa membaca angka-angka anggaran, saya juga paham satu hal cinta kepada rakyat kadang justru diuji lewat kemampuan menahan diri.

APBD bukan amplop tak berbatas. Ia lebih mirip dompet keluarga Bengkulu. Ada pemasukan, ada batas, ada skala prioritas. Dalam teori ekonomi publik, setiap pengeluaran memiliki _opportunity cost_. Jika ratusan juta rupiah habis untuk satu hari seremoni di rumah dinas, maka ratusan juta itu tidak bisa menjadi tambahan modal UMKM, tidak bisa memperkuat bantuan sosial, dan tidak bisa menyentuh infrastruktur dasar yang masih butuh perhatian.

Data BPS menunjukkan konsumsi rumah tangga adalah penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Artinya sederhana uang yang langsung beredar di kantong masyarakat kecil punya dampak lebih panjang. Ia berputar di Pasar Panorama, di warung kopi sudut kampung, di lapak ikan nelayan. Itulah yang disebut _multiplier effect_, efek berantai yang menghidupkan ekonomi dari bawah.

Saya membayangkan, jika anggaran open house dialihkan menjadi program belanja langsung ke pedagang kecil, tambahan modal mikro bergulir, atau subsidi ringan bagi pelaku usaha kecil, dampaknya akan jauh lebih terasa. Bukan hanya sehari penuh foto dan salam-salaman, tetapi berbulan-bulan perputaran ekonomi.

Bagi Gubernur Helmi Hasan, ini momentum menunjukkan kepemimpinan yang peka fiskal. Kedekatan tidak selalu lahir dari panggung besar. Pendekatan sederhana seperti blusukan yang membuktikan bahwa percakapan di pasar kadang lebih bermakna daripada ribuan tamu di halaman resmi.

Saya tidak sedang menggurui. Saya hanya membaca angka dan mendengar denyut Bengkulu.

Kita sedang bicara efisiensi, bukan kemeriahan.

Kadang keputusan paling romantis dalam politik adalah menunda pesta agar dapur rakyat tetap mengepul lebih lama.

*_Sidomulyo Gading Cempaka Bengkulu_*
Penulis Mahasiswa Pascasarjana pada Magister Ekonomi Terapan (MET) dan Magister Manajemen (MM) FEB Universitas Bengkulu.

Catatan Riswan

Cloud Hosting Indonesia
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *