Program Jembatan Garuda yang di canangkan Presiden RI Prabowo Subianto, menajdi Tangaan tuhan bagi masyarakat dipedalaman dan daerah terpencil program jembatan Garuda merupakan sentuhan lembut yang menyelamatkan masa depan mereka,masa depan anak anak mereka.
Seperti Desa Rajak Besi dan desa Karang Are dua desa di ujung kaki gunung Bungkuk kabupaten Bengkulu Tengah yang dipisahkan sungai seluas lebih kurang 50 meter.

Desa Rajak Besi memiliki Luas Desa seluas 650 hektar, dengan penduduk 612 jiwa terdiri dari 313 lelaki dan 299 perempuan.
Desa Rajak besi mayoritas penghasilan penduduknya bertani dan berkebun.

Jembatan gantung Garuda yang di bangun sebagai penghubung Desa Rajak Besi dan karang Are menjadi fasilitas utama yang menyatukan dua desa tersebut.
Selain jembatan darurat yang saat ini di lintasi masyarakat kondisi jalan pun masih berupa tanah merah dan berbahaya ketika melintas pada saat hujan.
Menurut Lukman Sekretaris desa Rajak besi jembatan Garuda yang menghubungkan desa Rajak Dan desa Karang Are selain mempelancar transportasi juga mempercepat jarak kedua desa.
Rasa bahagia pun dirasakan masyarakat Desa Karang Are,Desa bertetangga dekat ini terasa jauh ketika mereka harus mengunjungi sanak saudara yang hajatan ataupun musibah.
“Kita harus berputar arah melewati jalan utama dan menempuh perjalan sejauh 20 kilo meter untuk ke desa Rajak Besi,” ujar Meri Susanto kepala Desa Karang Are.
Jembatan Garuda yang dibangun diantara lembah curam dan sungai deras di kaki gunung bungkuk itu itu ibarat jembatan cinta yang menyatukan dua hati di kabut pegunungan.
Catatan Heryandi Amin
Gunung Bungkuk 13 Mei 2026.
















