InfoBengkulen.com,- Kepala Dinas Pendidikan nasional provinsi Bengkulu H. Zulhendri .S.sos.m.Pd melakukan monitoring kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Dikatakan Zulhendri pengecekan ke sekolah perbatasan itu untuk memastikan kegiatan sekolah setelah ada edaran gubernur untuk belajar menggunakan sistem daring.
“Kita cek sekolah yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan,seperti kabupaten Kepahyang, dan kabupaten Rejang lebong,” jelas Zulhendri.

Dari pemantauan sekolah di perbatasan kata kepala dinas pendidikan nasional provinsi Bengkulu,kabut Asap mulai berkurang akibat turun hujan di Rejang lebong dan kepahyang.Meskipun sudah mulai berkurang, dampak kabut asap masih di rasakan siswa Curup dan kepahyang.

Dikatakannya saat ini sekolah mempersingkat jam belajar mengajar untuk menghindari kabut asap.
“Jam belajar di peraingkat, siswa masuk jam setengah sembilan pagi dan pulang jam setengah dua siang, dikarenakan kabut asap mulai menipis diatas jam 8 pagi . Dan kembali menebal pada sore hari,” jelas Kepala dinas pendidikan Nasional provinsi Bengkulu.
Pada kegiatan belajar mengajar di tengah kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan pihak sekolah di daerah terdampak membagikan masker gratis untuk siswa. (Her)


















