Alaku

Bocah Kelas 5 SD Dikeroyok,Polisi Olah TKP

  • Share

InfoBengkulu.com,- Kasus pengeroyokan terhadap Bocah berusia 11 tahun mengalami pengeroyokan hingga korban muntah darah. Mendapat tanggapan serius dari pihak kepolisian.

Tim penyidik reskrim  polresta Bengkulu melakukan olah TKP atau tempat kejadian Perkara  dilokasi Karang Indah kelurahan sumur Dewa kecamatan Selebar kota Bengkulu.

Menurut penasehat hukum keluarga korban Benni Hidayat SH didampingi Japni Parma SH  setelah melakukan pengecekan lokasi kejadian dan sempat dimediasi.

“Kita masih Polres kota Bengkulu mendamping korban melapor kan kejadian,” ujar Beni yang ditemui di mapolresta Bengkulu.

Terkait belum diterima laporan keluarga korban ke kantor polisi menurut Benny bukan tidak respon dari pihak kepolisian.

“Itu cuma salah paham saja,karena pada saat keluarga korban melapor masih suasana pemilihan umum dan semua Bhabinkamtibmas ikut dalam pengamanan pemilu,” ujar Benny.

Kasus pengeroyokan bocah kelas 5 SD itu berawal ketika korban hendak Sholat disalah satu Masjid di kawasan karang Indah kecamatan Selebar.

Diceritakan Mimi (35) ibu korban, kejadian berawal ketika anaknya masuk ke dalam masjid dan salah seorang pelaku menendang anaknya dari belakang hingga anaknya tersungkur, mendapat perlakukan itu anaknya sempat membalas dan terjadi perkelahian hingga pelaku kalah dan memanggil kawan kawannya untuk mengeroyok korban.

Korban sempat berusaha lari namun di  cegat oleh salah satu pelaku hingga korban kembali menjadi bulan bulanan para pelaku.

Tidak berakhir  disatu lokasi saja korban sempat lari setelah lepas dari pegangan para pelaku.

“Anak saya lari ke rumah neneknyabyang berada dekat dengan lokasi kejadian tapi masih dikejar oleh pelaku dan terus dipukul, hingga nenek korban memisahkan korban dan pelaku,” cerita Mimi dengan mata berkaca.

Dikatakannya setelah di bersihkan dan mandi korban mengalami muntah dan sakit di bagian perut,kepala dan dada.

“Anak saya muntah darah pak, kami bawa kerumah sakit DKT, dan Rumah Sakit M yunus, tapi di tolak untuk rawat Inap. Kami bawa anak kerumah sakit Kota dan anak kami bisa dirawat, dari hasil rontgen anak kami mengalami bengkak di bagian dada dan ada 3 titik di bagian tulang Rusuk,” ujar Mimi.

Menanggapi hal itu Kasi humas Polresta Bengkulu Iptu Endang Sudrajat mengatakan pihak kepolisian masih mencari upaya untuk mendamaikan pelaku dan korban.

“Inikan Anak anak yang berkelahi,kita upayakan damai saja,” ujar Endang via pesan whatsapp.

(Her)

Cloud Hosting Indonesia
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page