Alaku
Alaku

1.299 Rumah Ini Tidak Datang Begitu Saja

  • Share

Saya selalu percaya, angka itu tidak pernah benar-benar dingin. Di balik 1.299 ini, ada cerita, ada gerak dan ada kehidupan yang berubah. Jadi kalau ada yang mengira angka ini turun dari langit—maaf—ini bukan hujan, ini hasil usaha.

Awalnya, Bengkulu hanya mendapat 1.172 unit dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Lalu naik jadi 1.299 unit. Ada tambahan 127 rumah, atau sekitar 10,8%. Dalam situasi kuota nasional terbatas dan daerah lain juga berebut, bagi saya ini jelas bukan kebetulan. Ini kerja.

Saya melihat momentumnya saat Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, bertemu langsung dengan Kementerian PUPR pada 6 April 2026. Di situ saya paham kalau daerah hanya diam, ya dapatnya juga seadanya.

Distribusinya mencakup 10 wilayah (9 kabupaten, 1 kota). Rata-rata sekitar 130 unit per daerah, meski tetap proporsional Bengkulu Selatan sekitar 100 unit, Bengkulu Tengah 25 unit, Lebong 2 unit. Artinya, yang besar dapat yang kecil tetap kebagian.

Dari sisi ekonomi, dampaknya terasa. Dengan nilai Rp20–25 juta per unit, total perputaran dana mencapai Rp25,98–Rp32,47 miliar. Kalau dikalikan efek pengganda 1,5–1,8, ekonomi lokal bisa bergerak sampai Rp38–Rp58 miliar. Ini bukan angka receh.

Tenaga kerja juga ikut hidup. Satu rumah melibatkan 3–5 pekerja. Totalnya sekitar 3.900–6.400 orang terserap. Dari sisi sosial, dengan asumsi 1 rumah dihuni 4 orang, ada sekitar 5.196 jiwa yang merasakan manfaat langsung.

Tapi saya ingatkan satu hal data. Kalau 1% saja meleset, ada sekitar 13 rumah yang salah sasaran. Di situlah keadilan diuji.

Bagi saya, 1.299 ini bukan angka mati. Ia hidup bergerak dalam uang, tenaga kerja dan harapan. Karena pembangunan itu bukan soal menunggu, tapi soal siapa yang mau memperjuangkan.

Sidomulyo Bengkulu

Catatan Riswan

Penulis Mahasiswa Pascasarjana pada Magister Ekonomi Terapan (MET) dan Magister Manajemen (MM) FEB Universitas Bengkulu

Cloud Hosting Indonesia
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alaku

You cannot copy content of this page