Alaku
Alaku

Catatan Riswan, Musrenbang Bengkulu Menata Arah 2027

  • Share

Saya melihat langsung Musrenbang penyusunan RKPD 2027 Provinsi Bengkulu. Bagi saya, ini bukan sekadar forum formalitas tahunan. Di ruang itu, arah pembangunan mulai disusun dengan lebih terukur, lebih realistis dan yang terpenting: semakin berpihak pada masa depan.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan, Pemerintah Provinsi Bengkulu memaparkan target ekonomi yang rasional namun tetap progresif. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan berada di kisaran 4,62 hingga 5,30 persen. Angka ini menunjukkan kehati-hatian sekaligus konsistensi tidak terlalu ambisius, tetapi cukup untuk menjaga momentum pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan.

Yang menarik, pembangunan tidak lagi semata berbicara soal angka pertumbuhan. Pemerintah juga menargetkan angka kemiskinan berada di rentang 11,50 hingga 12,52 persen. Ini menunjukkan satu hal penting: ada keberanian untuk jujur pada realitas. Bahwa pembangunan harus dimulai dari pengakuan atas persoalan, bukan sekadar optimisme di atas kertas.

Dari sisi kualitas hidup, target Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 74,91, tingkat pengangguran di kisaran 4,62 hingga 5,30 persen, serta Gini Ratio 0,315–0,322 memperlihatkan arah kebijakan yang lebih seimbang. Pembangunan tidak lagi hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga pemerataan dan kualitas hidup masyarakat.

Bagi saya, yang paling terasa adalah perubahan cara pandang. Bengkulu mulai menata kekuatan dari dalam bertumpu pada keunggulan lokal seperti pertanian, penguatan ketahanan pangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ini bukan langkah instan, tetapi fondasi penting untuk ekonomi yang lebih tahan terhadap guncangan.

Tentu, tantangan tidak kecil. Namun saya melihat ada keseriusan dalam menyusun arah, keberanian dalam menetapkan target dan kesadaran bahwa Bengkulu tidak bisa berjalan biasa-biasa saja.

Musrenbang ini menjadi penanda bahwa Bengkulu sedang bergerak. Bukan dengan lompatan besar yang berisiko, tetapi dengan langkah pasti yang terukur.

Karena dalam pembangunan, langkah yang konsisten seringkali lebih menentukan daripada lompatan yang belum tentu berkelanjutan.

 

Sidomulyo, Bengkulu

Penulis Mahasiswa Pascasarjana Magister Ekonomi Terapan (MET) dan Magister Manajemen (MM) FEB Universitas Bengkulu

Cloud Hosting Indonesia
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alaku

You cannot copy content of this page