Alaku
Alaku

Pejabat Mengetuk Pintu Rakyat

  • Share

Setiap Lebaran biasanya ada pemandangan yang hampir tidak berubah. Rumah pejabat mendadak seperti terminal silaturahmi. Tamu datang bergelombang, meja penuh nastar dan kastengel, kamera sibuk mengabadikan jabat tangan.

Rakyat datang.
Pejabat menerima.
Selesai.

Namun Lebaran tahun ini di Bengkulu terasa berbeda. Arahan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan justru membalik kebiasaan lama itu. Tidak perlu open house. Para pejabat diminta datang langsung ke rumah rakyat melalui program Bantu Rakyat.

Jika melihat kondisi ekonomi Bengkulu, pendekatan ini sebenarnya sangat relevan. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan ekonomi Bengkulu pada 2025 tumbuh sekitar 4,8 persen dengan nilai PDRB sekitar Rp111,8 triliun. Namun di balik angka itu masih ada pekerjaan rumah besar.

Jumlah penduduk miskin masih sekitar 250 ribu orang atau 11,8 persen dari total penduduk.
Artinya, dari setiap delapan orang Bengkulu, satu masih berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya.

Struktur ekonomi Bengkulu juga masih sangat bergantung pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang menyumbang lebih dari 30 persen PDRB. Ketika harga sawit, karet atau kopi turun, daya beli masyarakat desa ikut melemah.

Dalam situasi seperti ini, jarak antara pemerintah dan rakyat tidak boleh terlalu jauh.

Saya pernah menyaksikan sebuah peristiwa sederhana di sebuah rumah kecil di pinggir Kota Bengkulu. Seorang ibu terlihat gugup ketika rombongan pejabat datang. Ia mengira ada masalah. Ternyata mereka hanya datang untuk mendengar ceritanya tentang suami yang bekerja sebagai buruh sawit dan anak yang hampir putus sekolah.

Percakapan itu terjadi di teras rumah. Kursi plastik. Kopi hitam. Tanpa protokol. Ketika rombongan pamit, ibu itu berkata pelan “Biasanya kami yang datang ke rumah pejabat. Baru kali ini pejabat datang ke rumah kami.”

Mungkin langkah ini terlihat kecil hanya mengetuk satu pintu ke pintu lain.

Namun dari langkah kecil seperti inilah kepercayaan masyarakat tumbuh.

Dan ketika kepercayaan itu ada, pembangunan tidak lagi sekadar angka dalam laporan, tetapi benar-benar terasa dalam kehidupan rakyat.

_Sidomulyo Gading Cempaka Bengkulu_

Catatan Riswan
Mahasiswa Pascasarjana Magister Ekonomi Terapan dan Magister Manajemen FEB Universitas Bengkulu

Cloud Hosting Indonesia
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alaku

You cannot copy content of this page