Dia Gadis Belia Korban VCS Sang Pejabat

  • Share

Aku kenal dengan bapak itu sebut saja Babe ketika kantor yang dipimpinnya melakukan Outbond di kotaku.
Aku tidak tahu jika Babe itu adalah pimpinan kantor wilayah salah satu instansi Vertikal yang ada di kotaku
Memang ketika pelaksaan Outbond, si Babe selalu memperhatikan gerak gerik aku, meskipun secara tersembunyi tapi terlihat jelas lirikan mata maupun caranya menegur.

Memang Kegiatan outbond hanya berlangsung satu hari saja, tetapi kisah setelah pelaksanaan outbond masih berlanjut.

Aku biasa dipanggil NA berusia 21 tahun, tubuhku memang tidak seperti artis ibukota ataupun anak anak fashion,yang bening bening, yang pasti penampilanku tidak akan malu maluin jika diajak untuk berjalan dimuka umum.

Na, Babe yang di lokasi Outbond kemaren minta nomor telpon dan Nomor Whatsapp,boleh ibu kasih. Mungkin dia ada keperluan,” ujar Ibu bos tempat aku bekerja.

“Iya,bu kasih sajabu,” kata ku tidak ada rasa curiga sedikitpun.

Selang beberapa hari setelah pelaksanaan outbond, ada pesan Whatsapp yang masuk ke android ku.
“Apa kabar,gimana pekerjaannya,” isi pesan Whatsap itu.
rupanya bapak itu yang mengirim pesan whatsapp.

“Sehat pak,”jawabku cemas cemas senang karena mendapat pesan dari Babe.
“Kapan bisa main,ke kantor,” kembali babe mengirim pesan Whatsapp.
“Iya nanti,saya kabari kalau sudah selesai pekerjaan,” jawabku.

Sejak Chatingan pertama kami hubungan kami didunia maya terus berlanjut dan semakin terasa akrab, akupun memberanikan diri untuk mampir kantor Babe yang terletak di pusat kota  itu.

Kedatangan ku ke kantor Babe memang sudah ditunggu dan akupun disuguhi berbagai hidangan seperti kue dan buah buahan lengkap dengan minuman segar.

Babe yang duduk dibelakang meja kerja langsung datang menghampiriku dan duduk bersebelah dengan ku diruangan kerja yang menurut ku sangat mewah. Maklum Babe merupakan pimpinan di Kantor vertikal itu.
Setelah bebicara panjang lebar aku pun pamit.
Tapi sebelum keluar dari ruangan itu Babe memberi oleh oleh didalam sebuah amplop berwana coklat.
“Ini untuk jajan keperluan mu,” ujar Babe sambil mengecup kening ku.
Aku sempat terkejut mendapat perlakuan dari Babe,tapi semua terjadi sangat cepat sehingga aku hanya tersipu malu menerima oleh oleh dari Babe.

Babe yang merupakan pimpinan instansi itu sering menelpon dan terkadang Babe tidak lagi malu ketika meminta untuk melakukan hal terlarang, pernah ketika sedang video call Babe meminta aku untuk menampakan bagian sensitif. Tapi sempat aku tolah tapi banyak jurus jitu yang di gunakan Babe hingga aku pun terbujuk rayuan maut Babe dan mengikuti permintaan aneh dari Babe.

Kelakuan Babe yang lebih membuat aku takut Babe sempat mengambil tangkapan layar ketika aku sedang menunjukan bagian sensitif ku dan foto itu dikirimkan nya melalui Whatsap ke Nomor android ku. Tentu saja aku komplain dengan kelakuan si Babe yang aku nilai ada kelainan dan penyimpangan seksual.

Komplain itu ternyata membuat si Babe Marah dan akhirnya nomor Whatsapp aku pun di blokir Babe.

Aku berfikir Mungkin dengan diblokirnya nomor Whatsapp aku oleh si Babe ada baiknya untuk masa depan ku, apalagi si Babe memiliki istri dan anak. Apalagi aku masih termasuk belia untuk menjadi budak seks si Babe.

Penulis Heryandi Amin.

Cloud Hosting Indonesia
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page