Suasana simpang kelurahan Bajak kecamatan Teluk Segara kota Bengkulu sekitar pada jum’at 03 April 2026 sekitar pukul 10 pagi mendadak heboh,
Masyarakat berkerumun sambil bertanya ada apa dan apa yang terjadi,hingga mobil ambulance dan mobil patroli kepolisian berhenti dilokasi kejadian, membuat suasana menjadi semakin tegang.
“Ada mayat,” didepan kios jualan pedagang ujar salah seorang warga yang melihat kondisi jenazah yang mulai membiru dan pucat.
Jenazah itupun dibawa ke rumah sakit bhayangkara untuk di lakukan viaum luar sembari menunggu kerabat atau keluarga nya,dan perjalanan itu berakhir dengan dimakamkan jenazah secara layak.
“Baru Selesai Penguburannyo Jam 20.00 Wib,” ujar Abriadi kepala Dinas Sosial kota Bengkulu.
Jenazah yang di temukan didepan kios pedagang itu kita sebut saja Ayah dan tidak asing bagi warga sekitar lokasi kejadian,
” memang bapak itu sering didepan sini,kadang dibelikan nasi,yang sedih pernah mau numpang tidur di emperan gedung tapi diusir,” ujar warga.
Di malam sebelum ditemukan meninggal dunia, Ayah tidak lagi terlihat dan tidak tahu dimana tidurnya.
Hanya saja suasana malam itu kota Bengkulu itu kondisi cuaca dingin dan turun hujan menjelang subuh. Didepan kios pedagang itu Ayah berbaring ,meringkuk menahan dingin mungkin juga menahan lapar,maklum Ayah hanya tunawisma, apalgi diusia yang sudah lanjut seharusnya Ayah seharusnya berada di rumah yang layak dengan ditemani anak atau cucunya.
Namun harapan hanya sebuah harapan hingga pagi itu Ayah ditemukan sudah kaku dengan kondisi pucat membiru,mungkin menahan lapar dan dinginnya udara di pinggiran kios pedagang. Tanpa anak yang pernah di besarkan, yang pernah dimanja, dan disayang.
Catatan
Heryandi Amin 03 April 2026















