CPO BENGKULU BUKAN SEBATAS KOMODITI, TAPI TAMBANG TERBARUKAN MASA DEPAN BENGKULU
Di balik buah merah itu, tersimpan kekuatan ekonomi yang mampu mengangkat derajat daerah kita dari sekadar daerah penyangga, menjadi provinsi yang mandiri, kuat, dan berwibawa.
Hitungannya sangat jelas, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu Tahun 2023, produksi CPO kita mencapai sekitar 1,3 Juta Ton per tahun. Dengan kalibrasi industri yang efisien, setiap 1 ton CPO dapat diolah menjadi rata-rata 900 liter minyak goreng berkualitas. Artinya, potensi total yang bisa kita hasilkan mencapai 1,17 Miliar Liter minyak goreng per tahun. Sementara kebutuhan kita sendiri hanya sekitar 50-70 Juta Liter. Artinya apa? Kita punya surplus 15 hingga 20 kali lipat. Ini bukan angka main-main. Ini adalah uang, ini adalah kekayaan, ini adalah masa depan anak cucu kita.
Kita ingin tegaskan di sini, bagi mereka yang jiwanya hanya sebatas pedagang, silakan. Namun, berdaganglah dengan cara yang benar. Tetap patuhi regulasi yang berlaku, penuhi kelengkapan syarat administrasi, dan yang tidak kalah penting: pastikan produk itu benar dan sehat secara manfaat konsumsi bagi masyarakat. Itu hak mereka dan itu etika berbisnis yang wajib.
Tapi bagi kita, kita berorientasi pada industri. Kita tidak mau hanya jual barang jadi. Kita mau membangun sistem, membangun mesin, membangun kekuatan jangka panjang. Kita mau mengubah potensi ini menjadi kekuatan nyata yang tidak akan habis dimakan zaman. Bahkan kita siap memenuhi standar internasional, tetap mematuhi regulasi Eropa dengan ikut serta melestarikan hutan, menjaga keseimbangan alam demi kelestarian dunia yang lebih baik.
Ide dan gagasan visioner ini sejalan dengan semangat Kepala Daerah, Gubernur Provinsi Bengkulu, Helmi Hasan. Beliau dengan tegas menginginkan agar kita tidak lagi menjadi daerah pengekspor bahan mentah, melainkan berani membangun kekuatan sendiri melalui pengolahan industri sawit yang modern dan berkelanjutan. Hilirisasi sawit harus menjadi isu utama dan prioritas pembangunan kita. Jangan biarkan kekayaan alam ini lari begitu saja, kita olah di sini, kita nilai tambah di sini, agar ekonomi kita tumbuh dan rakyat yang menikmati hasilnya.
Kita dorong penuh inisiatif dan inovasi bisnis kepada BUMD dan Bank Bengkulu. Sudah saatnya perusahaan daerah dan bank milik rakyat ini tidak hanya sekadar mengelola keuangan, tapi berani terjun langsung, membiayai, dan mengelola hilirisasi CPO di bumi merah putih ini. Jadikan mereka garda terdepan penggerak ekonomi yang menyalurkan modal dan manajemen profesional demi kemaslahatan bersama.
Maka, langkah strategis yang harus kita tempuh adalah membuka pintu selebar-lebarnya kepada dunia. Kita punya kartu AS yang luar biasa, sejarah mencatat bahwa sejak tahun 1685, Bengkulu resmi menjadi pusat perdagangan dan markas besar East India Company (EIC) atau Kongsi Dagang Inggris di wilayah Sumatera, menjadikannya gerbang perdagangan internasional yang strategis selama lebih dari 140 tahun. Ikatan sejarah ini tidak hilang begitu saja. Kita gunakan ini sebagai modal diplomasi. Tawarkan proposal historis ini kepada investor Uni Eropa. Katakan kepada mereka: “Tuan-tuan, tanah ini pernah menjadi bagian dari sejarah kalian. Kini kami mengundang kalian kembali, bukan untuk menjajah, tapi untuk bermitra membangun industri.”
Kita jadikan Bengkulu sebagai mitra bisnis strategis dalam pengembangan teknologi industri sawit yang berorientasi pada energi terbarukan. Kita bangun pusat riset dan teknologi hijau di sini, mengubah CPO tidak hanya jadi minyak makan, tapi juga menjadi bioenergi dan komoditas masa depan.
Cukup sudah ekonomi kita dikuasai oleh segelintir kekuatan “Naga”. Kita harus berani memaksa raksasa ekonomi dunia untuk masuk, agar tercipta kompetisi sehat. Jangan biarkan harga dan aturan ditentukan oleh mereka saja. Kita tidak perlu merasa rendah diri soal modal atau teknologi. Kita akui keunggulan mereka, kita hargai budaya karya dan disiplin mereka, lalu kita bekerja sama. Itu bukan kelemahan, itu adalah kecerdasan strategi.
Dan yang paling utama, selain kebun sawit milik korporasi, sawit rakyat harus mandiri dan berdaulat. Kita ciptakan kedaulatan ekonomi yang nyata, agar kesejahteraan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya segelintir pihak.
Yang kita cari bukan sekadar untung hari ini, tapi orientasi membangun jalan. Jalan yang lebar dan mulus agar anak cucu kita nanti bisa berjalan tegak, bisa berkompetisi, dan bisa menikmati kekayaan tanah sendiri tanpa dijajah.
Maka, mari kita satukan langkah. Dukung visi besar ini. Jangan biarkan suasana hati yang buruk mematikan niat baik. Walaupun ada kekurangan di sana-sini, kita perbaiki, kita bimbing, kita bangun bersama.
Karena sungguh, CPO Bengkulu adalah Masa Depan Cerah. Dan Masa Depan Itu Harus Kita Bangun Mulai Hari Ini!
Bengkulu Maju, Religius, Sejahtera, dan Berkelanjutan.
YUSLIADI Y, S.P
(Direktur Polrist Institut)














