Pembangunan infrstruktur jalan dan jembatan diBengkulu diera Gubernur Helmi Hasan terlihat jelas dibeberapa titik, seperti Bengkulu Tengah yang dulunya tidak tersentuh aspal sekarang kondisi infrastruktur jalan provinsi hitam mulus.
Selain Bengkulu Tengah di Kabupaten Rejang Lebpng, kabupaten Lebong, Seluma , Kaur, Bengkulu Selatan,Bengkulu Utara dan Kabupaten Mukomuko juga mendapat perhatian pembangunan infrastruktur itu, hanya saja belum semua daerah terjangkau pembangunan . kenapa?
Jika ditanya mengapa belum meratanya pembangunan itu, banyak tanggapan negative bahkan menuding Helmi Hasan Berbohong dan tidak menepati janji kampanye nya. Padahal ditahun pertama menjadi Gubernur Helmi Hasasn sudah mengelontorkan 600 miliar rupiah lebih anggaran untuk pembangunan insfrastruktur itu.
Dengan APBD 2, 7 Triliun , Bengkulu bisa memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan yang tidak tersentuh pembangunan diera gubernur sebelumnya. APBD sekecil itu bisa membangun mebuktikan pemimpin berpihak untuk kepentingan masyarakat, apalagi di masa efisiensi anggaran yang sangat ketat, dan menyebabkan pemangkasan anggaran yang dinilai tidak terlalu penting seperti anggaran perjalanan dinas dan anggaran lain yang belum menjadi kebutuhan mendesak.
Ditahun kedua,, pemerintah provinsi Bengkulu mulai konsentrasi dalam peningkatan jalan kalimantan yang terkenal menjadi objek wisata banjir dan menghambat transportasi . ditahun 2026 jalan Kalimantan akan di tinggikan menjadi 1,2 meter hingga tidak ada lagi genangan air meskipun hujan menguyur, selain ditinggikan jalan Kalimantan juga ditargetkan menjadi lebih luas dan lebar untuk menghindari terjadinya bahaya kecelakaan , karena sempitnya badan jalan.
APBD kecil untuk membangun Infrastruktur menjadi tantangan untuk Gubernur Bengkulu dan dengan Anggaran kecil itu, bengkulu baru bisa membangun Infrastruktur selama 3 tahun dengan cara di lakukan pembangunan secara bertahap , tapi timbul persoalan Baru jika dilakukan secara bertahap seperti adanya kecemburuan sosial di daerah kabupaten yang belum tersentuh.
Jika meminjam kalimat Teuku Zulkarnain Wakil Ketua DPRD provinsi Bengkulu kita Cicil Pembangunan atau kita cicil Pinjaman Untuk membangun Infrastruktur. Jadi ada solusi untuk membangun Bnegkulu dengan meminjam ke Bank seperti Bank Jawa Barat atau BJB, tapi proses pinjaman itu pun harus melalui mekanisme dan penghitungan yang masak dan tidak menjadi bulan bulan di akhir jabatan Helmi Hasan, Apalgi bulan bulan situkang Nyinyir yang sakit hati dan merasa paling berjasa pada kampanye pilkada lalu.
Rencana pinjaman Bank untuk membangun Bengkulu itu secara umum memang sudah ada restu dari politisi Bengkulu Seperti Sumardi Ketua DPRD provinsi Bengkulu , Politisi Partai Golkar ini Menilai pembangunan yang dilakukan mellaui pinjaman Bank tidak ada salahnya, karena infrastruktur merupakan salah satu kebutuhan dari masyarakat dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Tidak itu saja Politisi Senior PDI Perjuangan Edwar Samsi ikutmemberi dukungan untuk melakukan Pinjaman Infrastruktur, Asal Terukur dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Menurutnya, pemerintah harus menghitung secara cermat rasio kemampuan membayar utang dengan mempertimbangkan sisa masa kepemimpinan Helmi Hasan–Mian agar tidak membebani keuangan daerah.
Selain itu, rencana pinjaman tersebut sebaiknya telah dimuat dalam RPJMD dan RKPD Provinsi Bengkulu sehingga memiliki dasar perencanaan yang jelas, terukur, akuntabel, serta mampu mendorong pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Penulis: Heryandi Amin
















